MAYORITAS,MINORITAS,dan REZIM 

Kita tentu sudah memahami maksud dari kata “MAYORITAS”dan “MINORITAS” bukan ?

Saya menulis kata tersebut diatas adalah sebagai ungkapan keberagaman di negara kita ini,seperti ras,suku bangsa,adat,budaya,agama,dan lain sebagainya.Ada yang berjumlah besar dan ada yang jumlahnya sedikit.

Kita sama-sama menyaksikan di media informasi tentang betapa ‘Gaduh’nya keadaan kebangsaan kita saat ini.Hal yang ‘kecil’ dibesarkan untuk menutupi kasus dan masalah ‘Besar’ yang di kecil-kecilkan untuk selanjutnya di diamkan.

Untuk kita ketahui,jika permasalahan terjadi pada individu yang berlainan maka penyelesaiannya bisa di ketengahi oleh pihak ketiga yang netral sehingga bisa diambil kesepakan oleh individu yang bertikai untuk berdamai.

Begitupun jika ada terjadi perselisihan antar kampung atau area yang lebih luas lagi,itupun juga diadakan perundingan dan permusyawaratan yang harus dimotori pihak ketiga yang netral dan tidak punya kepentingan terselubung atas kasus tersebut.

Intinya,apapun permasalahan yang terjadi selagi masih dalam konteks fisik itu tentu akan membuat yang bersangkutan melakukan perlawanan dalam skala yang terbatas,tanpa mempengaruhi ‘individu’ yang berada di tempat atau area lain.

Lebih besar lagi seperti contoh satu ras atau suku yang bertikai dengan satu ras atau suku yang lain.Sehingga individu yang termasuk kedalam salah satu suku/ras tersebut akan ikut andil untuk memihak suku/ras nya walaupun individu tersebut berada di kota lain,propinsi lain,atau bahkan di negara lain.Mereka tidak akan rela kaumnya dihina dan dizolimi.

Maka,,,bagaimanakah sekiranya jika yang di permasalahkan itu tentang AGAMA & KEYAKINAN yang dilakukan oleh orang atau “oknum” yang “MENGHINA,MELECEHKAN,ATAUPUN MERENDAHKAN” Keyakinan suatu UMAT..?? Individu yang menganut Keyakinan tersebut PASTI tidak bisa menerima hal tersebut,dan akan pasang badan membela Keyakinannya itu.WALAUPUN tiap-tiap individu tersebut berada di wilayah yang sangat-sangat jauh sekalipun,itu tidak akan mematahkan tekad dan perjuangan mereka untuk mendatangi si Pembuat “ONAR” yang telah menghina ajaran Keyakinannya itu.Hanya dengan tujuan “MENGAPA & ATAS DASAR APA” ‘MAKHLUK’ ini berucap begitu.


Harus kita ketahui pula bahwa inti dasar keberadaan manusia adalah mengabdi kepada Tuhannya.Itulah pokok inti yang membedakan manusia dengan “HEWAN” yang tidak menganut ajaran agama walaupun mereka tahu bahwa Tuhan YME itu ada.Karena hewan tidak akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat nanti.
Mari kita ingat2 kembali bagaimana seorang ‘Figur‘ yang dengan entengnya merendahkan satu Ayat dari kitab suci Kaum Mayoritas tempat si ‘Figur’ dan ras nya ini menumpang hidup.Tidak ada sedikitpun rasa bersalah yang terlihat dari wajahnya.Dan si “Penguasa Sementara” pun seakan tak bergeming,apalagi mengambil tindakan tegas sesuai aturan.Sehingga wajar jika kaum mayoritas marah dan melakukan aksi protes terhadap “REZIM” yang berkuasa,dengan harapan si ‘Figur’ ini segera diamankan dan dijatuhi sanksi atas perbuatannya itu.

Tapi apa yang terjadi,,,Sang Mayoritas lah kemudian yang disudutkan dan dianggap tidak toleran dan dianggap mengganggu si Rezim dan KOLONINYA.Sang Mayoritas yang merupakan umat beragama dan ber-Tuhan YME itu kemudian melakukan aksi lanjutan sebagai “PERINGATAN” kepada Rezim dan Antek2 nya yang tetap berusaha melindungi si Figur Hina tersebut.

Beginilah keadaan negeri ini.Negeri yang awalnya aman ,damai,saling menghormati keberagaman mulai retak.Tak bisa dipungkiri jika keadaan seperti ini terus berlanjut dan dibiarkan maka akan terjadi Perpecahan yang berkepanjangan.Masyarakat tidak akan percaya lagi pada “WAKILNYA” dan Pemimpinnya.Kalau sudah begitu apalagi kira2 yang akan terjadi…?? Bahkan masyarakat awam pun sudah tahu apa yang mesti dilakukan,walaupun harus mengorbankan jiwa dan raga itu sudah resiko dari “PERJUANGAN” untuk menegakkan keadilan dan menghancurkan kezaliman.

Masih belum terlambat untuk memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan.Masih belum terlambat untuk menegakkan keadilan yang hakiki.Masih belum terlambat juga untuk kembali “Mengibarkan” SANG SAKA MERAH PUTIH yang telah begitu lama terkulai di “Tiang” yang patah.Mari kita isi kehidupan bermasyarakat yang saling menyayangi,menghormati,menegakkan yang ‘Hak’ dan memerangi ‘yang ‘Bathil’.

BERDO’A,Berfikir dan Bekerja harus sejalan dalam kehidupan kita sebagai manusia.Kita ini bukan “ROBOT” yang terus “KERJA,KERJA,KERJA….”Dan sebagai manusia kita juga diwajibkan untuk beribadah kepada TUHAN YME,bukan sebagai “HEWAN” yang “HIDUP UNTUK MAKAN & MAKAN SELAGI HIDUP” tanpa mau mengingat kehidupan setelah ‘KEMATIAN’.

Advertisements