Moral,Etika,dan Hukum Yang Telah Hilang

Indonesia yang memiliki beragam-ragam suku,agama,budaya,dll dahulunya merupakan negara percontohan bagi negara lain.Karena masyarakat Indonesia mampu menjaga dan saling menghormati antar sesama yang berbeda hal dengan mereka.Sehingga tercipta suasana hidup rukun dan damai didalam masyarakat yang majemuk.

Tapi mari kita lihat keadaan negara ini,saat ini.

Para pejabat pemerintahan berbuat semena-mena terhadap kebijakan yang dibuatnya.Mereka tidak mau tahu,tidak peduli,tidak mempertimbangkan dampak dari kebijakan itu pada masyarakat luas.Pola pikir merupakan faktor utama dari masing-masing mereka.Bagaimana caranya supaya “Majikan” mereka senang padanya,keluarganya hidup berkecukupan,mereka sekali tidak peduli kesenjangan hidup dalam masyarakat luas yang sudah sangat parah.Mereka menjadikan jabatan itu hanya untuk kepentingan “internal” mereka saja.

Berhutang ke luar negeri dengan jumlah yang besar,kemudian membebankannya pada masyarakat yang hidupnya masih “ditindas”.Mereka benar-benar “Perampok” yang dilegalkan sesama mereka.Kemanakah hati nurani mereka…?? Untuk hal itu bahkan diri pribadi merekapun pasti tidak akan sanggup untuk menjawabnya.

Bagaimana terhadap para “Wakil Rakyat”…?? Tidakkah mereka menyalurkan keluhan dari masyarakat yang telah memilihnya ?? Apa tindakan-tindakan yang seharusnya dilakukan oleh Wakil rakyat agar masyarakat puas dan mengerti akan keadaan kekacauan yang dilakukan pejabat pemerintahan dan Oknum-oknum yang bertindak sewenang-wenang.


Sungguh status mereka sebagai wakil rakyat itu,sama sekali tidak ada manfaatnya bagi kehidupan rakyat.Tidak berguna,tidak bermartabat,tidak berani berpihak pada masyarakat yang seharusnya dilindungi dan disejahterakan kehidupannya.

Para penegak hukum…?? Mereka ibarat “pion-pion” dalam permainan catur.Mereka dengan mudahnya dikendalikan oleh Penguasa dan Pengusaha yang telah “menindas,mencekik,merampok,dan membunuhi masyarakat dan negara ini secara pelahan-lahan.Mereka sudah tidak mampu lagi menegakkan hukum kepada pejabat Tinggi sampai Tertinggi dari pemerintahan yang “Berkhianat” pada UUD 1945,Pancasila dan pada bangsa negara ini.Giliran pada masyarakat ada yang protes dan menuntut keadilan,merekalah yang disudutkan,di intimidasi,bahkan difitnah,dan dijegal dengan berbagai cara.

Beginilah kondisi negara ini,saat ini.Yang mana para pemangku jabatan sudah tidak lagi memiliki nurani.Hukum lebih tajam kebawah,dan tumpul keatas,pastinya masyarakat luas lebih paham dan mengerti kebenaran ungkapan ini.
Harapan kami sebagai masyarakat umum,semoga seluruh “Rezim” iblis dan antek-anteknya ini segera digantikan dengan Pemimpin Sejati.Pemimpin yang amanah pada rakyatnya,pemimpin yang taat pada Tuhan YME,Pemimpin yang dihormati oleh masyarakatnya dan disegani dunia internasional.

Advertisements