Indonesia Meraih Juara Tiga Dalam Hal Gizi Buruk

Kinerja pemerintah dalam menangani gizi buruk ternyata juga buruk.
Berdasar laporan Global Nutrition Report Independent,kondisi gizi anak balita di Indonesia dikisaran 17,8 yang berada dibawah standar WHO.

Sungguh miris melihat “Dua Sejoli” biadab ini.Makan enak diatas derita rakyat.

Indikasinya ,prevalensi 14 persen kasus wasting (kurus) pada anak balita di Indonesia tercatat paling besar di kawasan ASEAN.
Selanjutnya,dalam kasus stunting (cebol),Indonesia hanya lebih baik daripada Laos dan Timor Leste.

Indonesia kalah jauh dari negara-negara tetanggga seperti Thailand dan Malaysia.Thailand mencatat prevalensi wasting 7 persen dan prevalensi stunting 16,3 persen.
Sebagaimana diketahui,wasting dan stunting merupakan parameter utama dalam menentukan gizi buruk.

Hal inilah yang harus dipertanyakan tentang kinerja pemerintah sekarang ini.
Seperti yang kita saksikan melalui berbagai media,Presiden dan seluruh jajaran bawahannya malah lebih asik dan sibuk dalam urusan membela ‘Kawanannya’ yang saat ini tersandung masalah hukum.
Kepentingan dan kemaslahatan rakyat diabaikan,tidak diacuhkan.Mereka sama sekali tidak peduli kepada masyarakat kecil yang menderita,kelaparan,sulit mendapat pekerjaan,yang ditindas.

Potret realita anak gizi buruk
Potret realita anak gizi buruk.

Sungguh ini merupakan suatu ironi bagi negeri ini.Dimana setiap kebijakan yang diambil President selalu mengatasnamakan untuk kesejahteraan rakyat.Segala hal yang dibuat adalah untuk kepentingan rakyat.

Sudah terlalu banyak dusta yang diucapkan pemerintah saat ini.
Dusta,Dusta,dan Dusta….merupakan prinsip hidup yang berlaku dari rezim yang menjabat saat ini.
Sudah saatnya kita “membangunkan” mereka dari mabuk berat dan lupa diri.
Mari kita sadarkan mereka,baik dengan cara yang bersahabat atau bahkan dengan cara-cara yang keras.

Advertisements