Sebuah Pesan kepada Tito

Oleh : Faizal Assegaf

PESAN KEPADA SODARAKU TITO….

Tito kau hadapi satu masalah baru lagi soal bendera Merah Putih, nama si Jokowi tersangkut disebut-sebut. Tito…Tito…Tito… Siapa sih pembisik yang berada di lingkaranmu?

Kok sepertinya kau kejebak terus dengan kasus ecek-ecek yang memicu negeri ini tambah gaduh dan mengkhawatirkan.
Jangan zalim sama umat Islam yang nulis lafadz suci SYAHADAT di Bendera Merah Putih. Itu lafadz yang sangat sakral dan karomah, hati-hati Tito, ntar kau kena kualat.

Pasca aksi superdamai, saya dan jutaan umat Islam sangat bangga dan bersimpati sama kau yang sukses menunjukan negeri ini sangat damai, rukun, toleran dan sejuk.
Tapi kok tiba-tiba kau berubah menjadi sinis dan sensitif dengan ulama dan ayat suci Al Qur’an yang tertulis di bendera Merah Putih. Kau perintahkan agar tangkap rakyat kecil yang membawa bendera berlafadz Syahadat. Masyallah !

Kembalilah ke jalan yang benar Tito. Maaf saya tidak memanggilmu dengan “Pak Kapolri” atau “Pak Jenderal Tito”. Sebab kau sangat arogan dan tidak pantas memangku amanah.

Kalau kau tulus dan bijak dalam menegakkan hukum, seluruh rakyat akan membalas dengan rasa hormat serta penuh cinta kepadamu.
Tapi sekarang jutaan umat Islam tersiram luka, sangat gusar dan membencimu. Sebab kau mulai sok arogan, kasar dan tidak berempati dengan umat Islam.

Ingat Tito, jutaan umat Islam yang hatinya terluka, doa mereka dikabulkan Allah, cepat atau lambat, satu persatu masalah akan melilitmu.
Solusinya hanya bila kau besikap tulus, bersihkan hati dan pikiran, bangun kembali silaturahim serta tunjukan bahwa kau berbesar hati untuk menyampaikan permohonan maaaf.

Dengan sikap itu, kau benar-benar menjadi pribadi yang Islami dan Pancasilais. Dimana mengutamakan islah dan musyawarah demi menyatukan kembali anak bangsa.

Tapi kalau kau cuma mengandalkan hukum dengan kaku, arogan dan semena-mena, maka niscaya kau akan menuai berbagai masalah tanpa berkesudahan.
Tito, krititikan keras saya ini sebagai respon atas sikap aroganmu. Kita harus berbicara apa adanya, agar tidak menjadi pribadi yang munafik dan penuh kepura-puraan.

Saatnya kau bersihkan hati dan pikiran, akhiri segala upaya untuk mengobok-obok ulama, tokoh aktivis, mantan jenderal dan umat Islam. Dengan aneka kasus yang telah menimbulkan saling prasangka dan dendam sesama anak bangsa.

Maaf, bahasa saya hitam-putih, kasar dan kau bisa punya kuasa untuk membawa saya ke jalur hukum. Toh pada ulama saja kau berani apalagi saya rakyat kecil ini…?
Tapi demi Allah saya tidak takut untuk mengkritikmu. Sebab saya dan jutaan rakyat cinta negeri ini, tidak rela bila dibiarkan dalam ketidakadilan, camkan itu Tito !

Faizal Assegaf

Ketua Progres 98

Advertisements