AHOK DAN TIM KUASA HUKUMNYA TELAH MEMPERMAINKAN HUKUM DI INDONESIA

Ahok “Calon Narapidana”

Tanggapan Ust Arifin Ilham menyikapi hardikan ahok terhadap Ulama “Ketidaksopanan Ahok semakin memperjelaskan siapa dirinya sebenarnya, jelas kebenciannya, jelas pelecehannya, dan semakin jelas tidak pantas menjadi pemimpin RT apalagi gubernur. Alqur’an dan ulama saja berani dia lecehkan padahal dia hidup di negeri.”.

Ketua PP Muhammadiyah pun ikut menanggapi “Ini berbahaya sekali, mereka menggunakan wewenang sadapan sebagai alat Politik kepentingan kelompok dan Partai Politik tertentu, namun terkait dengan kepentingan Negara yg lebih Luas mereka keteteran. Hal Ini bisa dilihat dari data intelijen yang diterima Oleh Joko Widodo sebagai Presiden yang dianggap dalam beberapa hal terkesan kacau balau”.

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuiren Jombang, Jawa Timur, KH Solahuddin Wahid mempertanyakan bukti percakapan via telepon antara mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua MUI KH Ma’ruf Amin, seperti yang disampaikan tim pengacara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Menurut pria yang akrab disapa Gus Sholah itu, jika memang benar apa yang ditudingkan kepada Kiai Ma’ruf itu artinya mereka melakukan penyadapan. Padahal penyadapan hanya boleh dikakukan oleh aparat penegak hukum.

“Dari mana dapat informasi, menyadap tanpa izin kan melanggar hukum,” kata Gus Sholah kepada Republika.co.id, Rabu (1/2).

Karena itu, Gus Sholah tak mempersoalkan jika Ahok dan kuasa hukumnya akan melaporkan Kiai Ma’ruf ke polisi. Namun, Ahok justru bisa dilaporkan balik atas kegiatan penyadapan. Gus Sholah meminta Ahok dan tim kuasa hukumnya tidak menuduh sembarangan.

Gus Sholah menegaskan, mereka harus menjelaskan darimana percakapan tersebut didapatkan. “Nuduh-nuduh darimana buktinya?,”

Advertisements