Kasus Ahok Dahulu,Sekarang,dan Akan Datang (Fakta Satu)

Seperti yang kita ketahui bersama,kasus yang melilit Ahok yang terbukti menistakan agama telah berjalan di pengadilan.Status ‘Terdakwa’ telah resmi disandangnya.

Walaupun kasus si terdakwa Ahok ini dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,tetapi terhadap Ahok tidak dilakukan penahanan dan hanya dicekal tidak boleh berpergian ke luar negeri.

Itu semua terjadi bukan atas dasar penegakkan hukum oleh para aparat penegak hukum,tetapi oleh karena ‘tekanan’ dan ‘desakan’ yang sedemikian besarnya dari jutaan masyarakat luas yang melihat para aparat tidak bertindak atas penodaan/penistaan agama yang telah dilakukan oleh Terdakwa ini.

Persidangan yang dijanjikan jokowi sebagai kepala rumah tangganya dan kepala negara akan berjalan transparan dan terbuka untuk umum.Dan jokowi berjanji tidak akan melakukan intervensi hukum atas terdakwa.

Tetapi kenyataan berkata lain.Apa yang dijanjikan oleh jokowi tidak pernah terbukti sedikitpun.Jalannya persidangan berjalan tertutup dan kentara dengan nuansa politik.

Si terdakwa yang harusnya merasa bersalah karena perbuatannya itu,menjadi agresif dan arogan.Baik terdakwa maupun pihak pengacaranya pun mulai melakukan berbagai cara untuk mengontrol jalannya pengadilan.
Mulai dari intimidasi para saksi pelapor,sampai kepada pemutar balikkan fakta hukum.

Apalagi yang membuat mereka berbuat begitu,kalau tidak ada campur tangan dari pihak penguasa (dalam hal ini presiden) ?

Jaksa yang seharusnya memeriksa para saksi terlihat hanya menjadi penonton di ruang sidang.Hakim yang seharusnya adil dan bijaksanapun juga terlihat lebih memihak kepada si terdakwa dan kuasa hukumnya.

LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban )yang seharusnya aktif membela dan melindungi para saksipun diam tak berkutik melihat para saksi diperlakukan bagai seorang pesakitan.

Kami melihat dan mendengar sekaligus mengawasi  ‘kalian’ para penegak hukum (hakim,jaksa,pengacara) termasuk si terdakwa dan para saksi.
Kalian mau mempermainkan hukum dengan “KAMI”? Seakan-akan kami begitu mudahnya kalian tipu dan bodoh-bodohi ?
Kalian ingatlah ini
: “KAMI JAUH LEBIH PINTAR DAN CERDAS DARI PADA KALIAN BESERTA SELURUH KOMPLOTAN KALIAN”.SAMPAI KAPANPUN KALIAN AKAN SELALU MENJADI BONEKA POLITIK DAN KELEDAI DI DUNIA PERADILAN !!!

Advertisements