Kasus Ahok Dahulu,Sekarang,dan Akan Datang (Fakta Tiga)

Sedikit banyak terkuak juga siapa dalang dan pelindung si Penista Agama atau si Ahok ini.Terlihat dengan sangat jelas peran presiden dan seluruh jajaran parlemennya untuk membela oknum bersalah.
Ada begitu banyak jawaban dari perbuatan pemerintah untuk tetap melindungi si terdakwa,walaupun harus berhadapan langsung dengan seluruh lapisan masyarakat yang menginginkan penegakkan hukum.

Rezim dan komplotannya ini sudah kehabisan cara untuk terus bersembunyi dibalik kasus yang menjerat salah satu komplotannya.Karena mereka semua tahu akan konsekuensi yang akan mereka terima seandainya si Ahok ini sampai hidup dalam jeruji besi,maka akan terbongkar semua skandal dan catatan kriminal yang telah dilakukan oleh rezim Jokowi serta partai politik yang mengusungnya.

Praktek kecurangan dan pelanggaran hukum telah mereka lakukan sejak dari masa Pemilu pemilihan Presiden tahun 2014 silam.
Ahok yang masa itu menjabat sebagai wakil gubernur DKI Jakarta mengetahui persis perihal kecurangan ini.

Selain dari ParPol pengusung Jokowi,diketahui juga ada beberapa pengusaha besar di Indonesia yang ikut mesponsori aksi pemenangan Jokowi-JK.Itu semua tentunya tak lepas dari kesepakatan bersama kalau calon yang diusung berhasil memenangkan kursi Kepresidenan.

Setelah terpilih dan dilantik/di-“SUMPAH” rezim ini mulai memainkan peran “Polisi Baik dan Polisi Jahat” untuk skenario politik di mata publik.Masyarakat awam sangat banyak yang tertipu dengan peran mereka ini.Sehingga kecurangan perihal Pemilu Presiden sedikit banyak mulai teralihkan dengan permainan rezim ini.

Tapi mereka lupa,atau tidak tahu sama sekali.Bahwa di negara ini masyarakatnya sudah banyak ‘Belajar’ dari pengalaman yang terdahulu.Masyarakat terdidik ini melihat bukan dari hasil kebijakan kalian saja,akan tetapi melihat dari segala aspek yang terkait,baik kedepan maupun kebelakangnya.Walaupun Rezim sudah bermain sedemikian rapi,tapi kalian tetap tak bisa menutupi kesalahan dalam ‘Adegan-adegan’ dalam drama politik kalian.

Rezim Jokowi ini terlalu ‘NAIF’ menyangka bisa membohongi mata publik.Ambisi mereka untuk menguasai negara ini secara ‘Totalitas’ telah menjadikannya sangat ambisius dan ‘Lupa’ dimana mereka hidup dan berpijak.Para pejuang yang sebelumnya terlelap telah mereka ‘Bangunkan’ dan siap berhadapan dengan rezim ini beserta seluruh antek-anteknya.

Genderang perang akan ditabuh jika si “AHOK” dilepaskan dari jerat hukum.Sudah tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa masyarakat sudah tidak mengharapkan rezim Jokowi ini untuk terus berkuasa di Indonesia.Rezim ini lebih banyak membawa Mudharot daripada Manfaat.Jadi,sukarela ataupun terpaksa sang Rezim ini harus bersiap-siap untuk “DILENGSERKAN” atau bahkan lebih parah dari pendahulunya (Megawati & Gus-Dur).

Besar harapan kami sebagai masyarakat Indonesia,peristiwa sejarah jatuhnya rezim diktator seperti “Benito Mussolini”,“Slobodan Milosevic”,”Moammar Khadafi”,bahkan “Adolf Hittler” kembali terulang dan terjadi untuk Rezim yang berkuasa saat ini beserta seluruh antek-anteknya.

Dikala hal tersebut mulai terjadi,“Kalian” baru akan tahu dan sadar dengan siapa kalian berhadapan dan segala permohonan “Kalian” akan terdengar melalui senjata-senjata “KAMI” dan “Tiang Gantungan” yang kami tegakkan untuk “Kalian beserta antek-antekmu”.

Advertisements