DEMOKRASI ALA INDONESIA

Pilkada serentak yang diselenggarakan di beberapa Propinsi di Indonesia telah selesai dilakukan.Hasil penghitungan suara secara quickcount pun memperlihatkan hasil yang bervariasi.Walaupun penghitungan suara secara quickcount tidak sepenuhnya akurat,tetapi tetap saja merupakan sketsa atau gambaran dari hasil penghitungan suara secara menyeluruh melalui KPUD.


Sistem Pemilihan Umum dan Pilkada secara langsung ini sebenarnya didasari prinsip demokrasi dan hak asasi manusia yang ingin memilih pemimpin yang sesuai dengan keinginan dari rakyat itu sendiri.Jadi siapapun Pas-Lon yang memperoleh suara terbanyak merupakan pilihan dan harapan dari masyarakat umum kepada Pas-Lon yang dipercaya.
Yang terjadi di Indonesia masa Rezim ini justru bertolak belakang dari tujuan utama pemilihan umum secara langsung ini.Kecurangan demi kecurangan banyak sekali terjadi dalam mekanisme pemilihan.
Beberapa diantaranya adalah :

  • Money Politic (Politik Uang).

Sasaran empuk bagi metode ini adalah masyarakat lapisan bawah.Biasanya dilakukan dengan memberikan sejumlah uang kepada calon pemilih dengan syarat harus menyoblos/memilih pas-lon tertentu.

  • Manipulasi Media.

Media merupakan faktor paling penting dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada.Kecurangan bahkan terjadi sebelum masa pemilihan dilakukan.Dimulai dari hasil survey melalui badan-badan survey,Lembaga Survey Indonesia (LSI) telah melakukan penipuan publik dengan memberikan hasil survey yang tidak akurat.Dari hasil manipulasi ini kredibilitas dari Pas-Lon akan dipertaruhkan.

  • Mafia Di Jajaran Komisi Pemilihan (KPU,KPUD,BANWASLU,Dan Badan-Badan Terkait)

Tak bisa dipungkiri lagi bahwa Komisi/Badan ini merupakan sumber dari berbagai kecurangan yang terjadi selama Pra dan Pasca masa pemilihan.Transparansi dan Kenetralan selama proses pemilihan hanya terlihat dibagian luarnya saja,Sementara dibagian ‘internalnya’ dipenuhi oleh oknum-oknum yang punya kepentingan politik terselubung

Itulah beberapa hal yang telah dan masih dilakukan oleh Rezim ini.Segala cara telah dilakukan untuk mencapai tujuan dan kepentingan golongan mereka.Hati nurani dan kasih sayang sangat jauh dari karakter rezim saat ini.Mereka tanpa malu sedikitpun melakukan pelanggaran hukum dan berbagai penyimpangan moral dan akidah.Penyakit Jiwa dan Hati melekat erat dengan kebijakan-kebijakan yang diterbitkan.Masyarakat luas yang menderita karena kebijakan pemerintah tidak pernah dipedulikan.Rezim ini hanya “Tunduk dan Patuh” kepada pemerintah ‘Asing dan Aseng’ sangat mirip dengan “Kerbau” yang dicucuk hidungnya.

Advertisements